Telecenter Joko Samudro Gresik Alamat Desa Karangsemanding Kec. Balongpanggang Kab. Gresik Telp. 0317922620 [ Pusat Layanan Masyarakat Berbasis Internet ]

Minggu, 02 September 2012

Orang Desa Pun Harus Melek Internet


Oleh Biduk Rokhmani
Sebuah telecenter didirikan di sebuah desa. Awalnya para petani yang buta teknologi informasi dan komunikasi hanya bingung dan tidak mengerti manfaat telecenter secara langsung untuk kehidupan mereka. Bagaimana para infomobilizer dari telecenter ini berupaya membangkitkan minat dan partisipasi masyarakat untuk mengoptimalkan layanan telecenter ini? Berhasilkah mereka? Internet? Apa sih itu?
Ya, seperti itulah pertanyaan yang terus berkecamuk di benak Nur Chadziq (39) yang sehari-hari bekerja sebagai petani di Dusun Pabelan III, Desa Pabelan, Muntilan, Magelang saat tersiar kabar bahwa di desanya akan “didirikan” internet. Layaknya warga desa yang lain, Chadziq pun sama sekali tidak paham tentang internet. Bahkan saat petugas Telecenter e-Pabelan menunjukkan komputer di balai desa, mereka masih bertanya-tanya, lha internetnya mana? Sebab, dalam benak mereka internet itu sebuah benda lain yang bukan merupakan bagian komputer.
Chadziq dan warga Desa Pabelan yang kebetulan mendapat “berkah” telecenter dari proyek Pe-PP (Partnership for e-Prosperity for the Poor) Bappenas-UNDP (United Nations Development Programme), terus saja bertanya, apa sebenarnya manfaat langsung dari internet itu. Butuh waktu yang tidak singkat memang untuk memperkenalkan teknologi yang tergolong sangat asing bagi mereka. Apalagi untuk mengoperasikannya pun diperlukan keahlian khusus yang tentu saja cukup menyulitkan bagi orang-orang seperti Chadziq. Suhardi, seorang infomobilizer yang ditunjuk Bappenas sebagai fasilitator di Telecenter e-Pabelan membutuhkan waktu hampir empat bulan untuk meyakinkan warga desa yang mayoritas berprofesi sebagai petani sawah itu bahwa internet akan dapat meningkatkan taraf hidup mereka menjadi lebih baik. Hingga akhirnya ia berhasil mengajak para petani itu mengakses internet untuk berkomunikasi dan mendapatkan informasi dari “dunia luar”.
Awalnya masyarakat Pabelan sulit membayangkan bahwa sesuatu yang bersifat “maya” alias tidak kasat mata itu bisa membebaskan mereka dari kemiskinan. Bahkan saat telecenter sudah mulai beroperasi mereka masih enggan mendatangi balai informasi berbasis internet tersebut. “Saya pikir balai itu hanya dikhususkan bagi pelajar dan orang-orang yang terpelajar. Jangankan internet, seumur-umur megang computer aja belum pernah. Pertama kali mau megang komputer takut sekali, Mbak, takut meledak atau jangan-jangan nanti malah rusak,” kenang Chadziq sambil tertawa.
Suhardi yang bertugas sejak 1 Juni 2005 harus bekerja keras menyusun program pembelajaran bagi para petani yang benar-benar buta internet. “Telecenter yang difungsikan sebagai balai informasi berbasis internet itu sudah ada, tinggal bagaimana masyarakat miskin di pedesaan itu mau dan mampu mengimplementasikannya,” terang Hardi.
Hal pertama yang dilakukan Hardi membentuk Kelompok Belajar Mandiri Desa (KBMD) di 10 dusun di wilayah Pabelan. Kelompok yang rata-rata terdiri atas 10 hingga 18 orang itu terfokuskan pada kegiatan belajar computer dan penelitian oleh petani (POP). Penelitian itu maksudnya agar para petani belajar tentang berbagai macam permasalahan pertanian dengan cara meneliti kasus-kasus yang seharihari mereka temui secara langsung. “Kita memulai dari hal-hal kecil yang memang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari, karena mayoritas dari mereka berprofesi sebagai petani maka saya juga mencoba mendekatkan mereka dengan permasalahan yang sering mereka hadapi,” jelasnya.
Misalnya, satu kelompok mencoba menanam semangka dengan tiga cara agar mendapatkan hasil tanam yang maksimal. Kelompok yang telah dibagi menjadi tiga kelompok kecil itu akan memperlakukan tanaman mereka secara berbeda dalam hal pengolahan tanah, pemupukan, dan perlakuan bibit tanaman. Dari masing-masing kelompok kecil itu akan diketahui mana yang hasil panennya paling maksimal, baik dari segi kualitas buah maupun jumlahnya. Sepuluh persen hasil POP itu nantinya akan dimanfaatkan sebagai dana abadi untuk simpan-pinjam dan pengelolaan telecenter.
“Untuk mendapatkan hasil yang maksimal kami harus tahu akar permasalahan tanaman itu apa, kalau pohon semangka ini terserang penyakit obatnya apa saja. Agar kami tahu maka kami mencoba mencarinya dengan cara browsing di internet. Soalnya kalau langsung tanya ke took pertanian seringnya dibohongi, Mbak, namanya juga orang jualan kan. Sedangkan kalau cari di internet ada banyak alternatif dan kita sendiri yang akan memilih untuk menentukan kira-kira mana yang paling cocok dengan kondisi tanaman itu,” kata Daryanto (54).
Sekarang, setelah mereka tahu tentang internet dan merasakan manfaatnya, para petani itu menjadi rajin datang ke telecenter. “Sebenarnya untuk kegiatan kelompok belajar ke TC (telecenter-red) sudah dijadwalkan setiap 10 hari sekali selama satu jam bagi masing-masing kelompok. Akan tetapi karena semua jadwal itu berlangsung malam hari dan mungkin mereka merasa masih kurang panjang waktunya, mereka sering datang ke TC di luar jadwal kelompok,” ujar Hardi. Saat ini sebagian besar dari KBMD itu telah menunjukkan hasil yang cukup signifikan. Secara finansial, POP yang mereka lakukan telah membuahkan keuntungan berupa tambahan penghasilan bagi para petani itu.
Selain kelompok tani semangka, cabai, dan padi ada juga KBMD yang beranggotakan khusus ibuibu yang mengupayakan tanaman hias dan sayursayuran untuk POP-nya. “Kami memilih anggrek, adenium, eurphobia, dan tanaman hias yang lain karena perawatannya tidak membutuhkan waktu banyak. Apalagi kalau tanaman hias kan tidak tergantung musim,” tutur Titik Asianti, Ketua KBMD Mawaddah di Dusun Blangkunan Utara, Pabelan. POP tanaman hias itu berlokasi di halaman rumah Uswatun dan menempati lahan seluas 3×6 meter persegi. Saat ini warga Pabelan itu tengah mengupayakan manfaat lebih dari internet, selain sekadar mencari informasi dan sarana komunikasi melalui fasilitas e-mail dan chatting. “Saya pernah iseng-iseng mencoba memasang iklan produk krupuk saya di internet, tapi saya malah bingung sendiri jadinya,” ungkap Muhamad Suyudi (35) dari KBMD Pabelan III.Kebingungan Suyudi tentu saja cukup beralasan. Pasalnya, setelah ia beriklan di internet, dirinya mendapat order pemesanan krupuk yang jauh melebihi kemampuannya. Usaha krupuknya hanyalah produk usaha rumah tangga yang dikelola bersama istri dan anakanaknya dengan modal dan “oplah” yang tidak banyak. Namun adanya respon dari orang luaryang sempat membaca iklannya itu membuat Suyudi dan teman-temannya yakin bahwa internet memang bisa memberi manfaat lebih bagi mereka. Sekarang bahkan ada warga lain yang mempunyai usaha kerajinan sapu ijuk ikut-ikutan mencoba peruntungannya dengan beriklan di internet.
Suhardi boleh berbangga memang, masyarakat desa yang difasilitasinya sekarang ini sudah bisa memanfaatkan sarana teknologi-informasi guna menaikkan taraf hidup dan membebaskan mereka dari kemiskinan. “Sekarang mereka bahkan aktif memromosikan keberadaan telecenter dan internet kepada warga di desa atau wilayah lain, supaya tidak hanya petani Pabelan saja yang melek internet tapi petanipetani yang lain juga bisa memanfaatkan internet,” kata pria yang berasal dari Pacitan ini.
Sebab, lain halnya yang dialami Suti’ah, infomobilizer di Telecenter Semeru di Jalan Raya Pagoan, Kertosari, Kecamatan Pasrujambe, Lumajang. Menurutnya, meski telah hampir setahun lebih telecenter didirikan di sana, minat warga Pasrujambe—terutama petani— untuk berkunjung dan memanfaatkan internet di telecenter masih rendah. “Mungkin karena letak Telecenter Semeru ini di atas bukit, jadi orang-orang malas untuk ke sini. Hanya kalangan pelajar yang menempati persentase pengunjung tertinggi,” keluhnya.
“Saya melihat keberadaan telecenter itu sebagai media yang masih jauh dari kehidupan masyarakat di desa, terbukti dari tingkat kunjungan masyarakat ke telecenter meskipun sudah kita sosialisasikan. Kita sudah berupaya mendekatkan kebutuhan warga yang mungkin bisa terjawab dengan adanya telecenter. Kalau menurut saya, persoalannya terletak pada kultur atau kebiasaan mereka yang merasa telah nyaman dengan kondisi yang ada saat ini, mereka masih enggan berubah,” imbuhnya.
Namun Suti’ah tak kehilangan akal. Ia pun mencoba menginisiasi bentuk teknologi komunikasi lain yang sekiranya bisa disinergikan dengan keberadaan telecenter. Radio komunitas pun dipilih sebagai “jembatan”.
“Setelah melakukan kajian ekologi komunikasi pada warga Pasrujambe. Ternyata dari sisi sejarah, dari waktu ke waktu itu masyarakat memang lebih banyak menggunakan media lokal untuk berkomunikasi dan mendapatkan informasi dari mulai lisan, getok tular, kentongan, kumpulan warga, dan yang paling canggih ya telepon dan televisi. Meski begitu ternyata persentase kepemilikan radio di kalangan warga juga cukup signifikan. Nah dari situ kita gagas radio komunitas ini mungkin bisa menjadi jembatan antara warga dengan telecenter, yang harusnya menjadi media informasi komunikasi masyarakat. Sementara fungsi telecenter kita alihkan dengan keberadaan radio,” ungkapnya. Begitulah, adanya radio komunitas yang beroperasi sejak Agustus 2006 lalu itu menjadi alat ampuh untuk menarik minat warga datang ke telecenter. “Awalnya mereka hanya datang untuk beratensi di radio tapi lama-kelamaan mulai coba-coba mengakses internet, lumayan kan!” ujarnya.

Bermedia Sosial Namun Anti Sosial


13463985461357067625
Ilustrasi, sumber: http://liberateyourbrand.com


Tidak diragukan lagi, kini orang makin lebih sering menggunakan media sosial. Dengan komputer, tablet, smartphone dan ponsel biasa media sosial dapat dijangkau. Biaya langganan internet mobile yang semakin murah membuat cuap-cuap di media sosial semakin menjadi-jadi. Aplagi bagi kalangan tertentu, bermedia sosial memberikan sensasi lebih karena mungkin bisa mencitrakan diri lebih baik dan mencapai tujuan-tujuan tertentu.
Kita bisa heran, begitu pentingnya media sosial bagi sebagian orang Indonesia khususnya yang terkoneksi dengan internet. Berbagai tingkah polah pengguna media sosial dapat kita saksikan setiap hari. Ada yang hanya sebagai pengguna biasa, menikmati model pertemanan baru yang lebih intim, tetapi berjarak nyata. Ada juga yang ingin berbagai opini, membagi ilmu, berdakwah dan dukung-mendukung calon gubernur.
Interaksi pengguna media sosial, khususnya Twitter yang setiap hari saya ikuti, mungkin sebuah interaksi yang tanpa henti. Sedari pagi, siang, sore, malam hingga dini hari kemudian pagi lagi, media sosial Twitter riuh rendah dengan berbagai kejadian. Ada yang melakukan perang, menjelekkan pihak-pihak tertentu yang tidak disukainya atau tidak disukai oleh orang yang membayarnya. Ada yang berdiskusi serius, membagi ilmu melalui kul-tweet dan masih banyak lainnya.
Sayangnya, kegiatan menggunakan media sosial belumlah disertai dengan pengetahuan yang cukup baik. Banyak kita lihat kelucuan bahkan kebodohan, bahkan dari pejabat sekelas wamenkumham dalam menggunakan media sosial Twitter. Banyak pengguna merasa bahwa cuap-cuap di media sosial itu tanpa sanksi hukum sehingga bisa seenaknya melakukan bullying terhadap orang lain.
Bila kita lihat data yang dikemukakan oleh ICT Watch di tahun 2011 ternyata hampir semua pengguna internet memanfaatkan media sosial yang terdiri dari Facebook, Twitter, Google Plus, YouTube, Flickr, Forum dan Blog sebagai sarana menyalurkan ekspresi. Ini artinya pengguna internet Indonesia sebagian besar  sangat akrab dengan media sosial. Data yang lebih umum dapat kita lihat dari jumlah pengguna Facebook Indonesia yang menempati posisi keempat terbesar di dunia dan posisi kelima di Twitter. Ini artinya sebagian besar mereka yang terkonekasi dengan internet sangat akrab dengan media sosial, seperti Facebook dan Twitter.
Ada hal yang perlu kita kritisi dari keterlibatan pengguna internet dalam media sosial. Data ICT Watch mengungkapkan 68% dari pengguna internet dalam mengungkapkan ekspresinya belum beretika. Ini hal yang sangat penting kita kritisi dan semakin hari, semakin banyak saja kejadian tak beretika yang terjadi di media sosial khususnya.
Mungkin ini namanya zaman kebebasan. Siapa saja yang punya koneksi internet bisa cuap-cuap di media sosial. Bahkan ada indikasi yang mengarah kepada dimanfaatkannya media sosial seperti Twitter sebagai sarana untuk melakukan fitnah. Ini terkait dengan data-data tertentu yang diungkap tentang seseorang tokoh yang mungkin tidak disukai atau memang dibayar untuk melakukan fitnah tersebut. Padahal akurasi data di Twitter tersebut kurang bisa dipertanggungjawabkan.
Tidak beretikanya sebagian pengguna media sosial saya rasa didorong oleh ketiadaan sanksi hukum yang tegas. Jamak kita lihat bila ada penghinaan terhadap seseorang di Twitter, yang dihina lebih menahan diri atau malah membiarkan begitu saja hal tersebut. Mungkin karena sulit juga untuk diklasifikasikan ke mana kasus penghinaan tersebut. Saya rasa meski sudah ada undang-undang ITE, undang-undang ini mungkin belum bisa memayungi kemajuan media sosial yang sangat kencang dua tahun terakhir ini.
Sisi hukum memang selalu tertinggal dibandingkan dengan kemajuan teknologi. Perlindungan bagi pengguna Facebook dan Twitter jika suatu waktu mereka dirugikan hampir-hampir tidak ada yang spesifik sehingga memungkinkan banyak kejadian yang merugikan pengguna. Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa jika masih belum ada sanksi hukum yang tegas, kegiatan tak beretika di media sosial akan terus dan terus terjadi dan akan semakin meningkat, terutama bila ada peristiwa penting seperti Pemilu atau Pilkada.
Hal lain yang perlu kita kritisi adalah anggapan terpisahnya dunia maya, dunia media sosial dengan kehidupan keseharian. Mungkin sebagian kita beranggapan kalaupun dihina di media sosial, belum tentu berpengaruh ke kehidupan nyata. Padahal akibat penghinaan tersebut bisa menciderai jiwa dan akan sulit untuk hilang. Untuk itu perlu rasanya kita memahami bahwa kehidupan kita di dunia maya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan di dunia nyata. Makin hari kehidupan di media sosial akan makin memengaruhi kehidupan nyata dan apabila tidak dijaga dengan baik akan memperburuk kehidupan di dunia nyata.
Hal aneh bagi saya, melihat banyak orang bersitegang urat leher untuk mempertahankan opini yang mereka buat. Banyak pengguna Twitter yang saya ikuti melakukan tweet seolah-olah tweet itu adalah kebenaran sejati yang perlu dibela sampai mati. Apa pula sebenarnya pentingnya beropini seperti itu. Jika kita lebih cerdas, ada baiknya menuliskan dalam artikel yang lebih tertata dengan baik dan tentu penuh dengan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
Inilah yang pernah saya tuliskan dulu. Bermedia sosial bagi sebagian besar pengguna, saya lihat bukan lagi sebuah sarana untuk berbagi hal positif. Kesenangan yang diperoleh dalam bermedia sosial membuat penggunanya rela melakukan apa saja, sama halnya ketika hendak memperoleh jatah untuk bercinta, mau melakukan apa saja untuk hal tersebut. Tak heran bagi kita melihat sekian banyak tweet dan update status dalam sehari. Tidak heran sebenarnya ada pengguna media sosial seperti Twitter berani berkata kasar, menjelekkan orang lain untuk menunjukkan keakuannya. Segala cara dilakukan untuk menunjukkan superioritas diri terhadap pengguna lain. Oleh karena pengguna lain pun tidak mau kalah, terjadilah apa yang disebut kekacauan, kegiatan bermedia sosial menjadi kegiatan yang mempertontonkan sesuatu yang di luar akal sehat.
Jadinya media sosial akhirnya membuat penggunanya anti sosial. Bermedia sosial, namun anti sosial

Jumat, 31 Agustus 2012

Membuat Konten Potensial di Media Sosial


 Membuat Konten Potensial di Media SosialTak bisa kita pungkiri bila sekarang ini internet marketing menjadi salah satu alternatif tepat untuk mendongkrak pemasaran produk. Bila dulunya masyarakat hanya fokus memasarkan produk melalui toko konvensional (secara offline), sekarang ini mereka mulai beramai-ramai membuka toko onlineuntuk memperluas jangkauan pasarnya.
Kehadiran social media, seperti aneka macam situs jejaring sosial, blog, maupun forum-forum online, ternyata cukup memudahkan masyarakat untuk memasarkan produk di dunia maya. Melalui strategi tersebut, para pelaku usaha kini bisa lebih mudah memberikan informasi produk kepada calon konsumennya, baik di tingkat lokal maupun menjangkau pasar internasional.
Terlebih lagi, sekarang ini hampir semua gadget mobile telah dilengkapi dengan aplikasi situs-situs jejarwing sosial, sebut saja seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan lain sebagainya. Sehingga tidak heran bila belakangan ini banyak pelaku usaha yang mulai mempromosikan produknya melalui sarana tersebut. Sebab, semakin hari semakin mudah pula langkah para pengusaha untuk menerapkan strategi pemasaran melalui sosial media.
Nah, sebelum membahas lebih jauh mengenai strategi pemasaran melalui media sosial. Pekan ini sengaja akan kami informasikan beberapa tips bisnis online yang membahas tentang cara membuat konten potensial di media sosial. Faktor apa saja yang perlu diperhatikan? Berikut ini informasi selengkapnya.
  • Pahami isi pesan yang akan Anda sampaikan.
Langkah awal yang perlu Anda perhatikan dalam membuat konten adalah memahami terlebih dahulu isi pesan yang akan Anda sampaikan. Pastikan bahwa pesan yang Anda kirimkan kepada khalayak ramai, telah sesuai dengan kebutuhan para konsumen dan tentunya memberikan tambahan manfaat bagi para konsumen yang membacanya. Ketika mereka mendapatkan kebermanfaatan dari konten Anda, maka tidak menutup kemungkinan bila selanjutnya mereka akan melakukan transaksi pembelian.
  • Gunakan ide kreatif untuk menyampaikan pesan Anda.media sosial 200x132 Membuat Konten Potensial di Media Sosial
Selain memperhatikan isi pesan, poin kedua yang perlu Anda pahami yaitu mengemas konten yang Anda buat dengan ide kreatif yang disukai para konsumen. Bila perlu bedakan cara penyampaian pesan, sesuai dengan karakteristik para pelanggan. Misalnya saja dengan membedakan gender, umur, tingkat pendidikan, kelas ekonomi, dan lain sebagainya, sehingga cara penyampaian yang Anda gunakan bisa dipahami target pasar yang Anda bidik. Untuk itu, jangan pernah berhenti menciptakan ide kreatif, agar pesan Anda dapat diterima dengan baik oleh para konsumen Anda.
  • Memilih media sosial yang sesuai dengan target pasar.
Ketiga, pilihlah media sosial yang sering digunakan konsumen Anda. Pemilihan situs online sangatlah penting dalam mempromosikan sebuah produk, sebab setiap media sosial memiliki fungsi dan kalangan pengguna (user) yang berbeda-beda. Misalnya saja Anda membidik kalangan anak muda sebagai konsumen potensial Anda, maka situs jejaring sosial seperti facebook dan twitter menjadi dua media penting yang bisa Anda pilih.
Setelah memahami tiga faktor utama dalam membuat konten di sosial media, kini giliran Anda untuk mempraktekannya langsung guna mendulang untung besar dari pemasaran produk di dunia maya. Maju terus UKM Indonesia dan salam sukses.

5 Hal Penting Yang Harus Dihindari Pengusaha


kendala bisnis 200x161 5 Hal Penting Yang Harus Dihindari PengusahaSetiap orang tentunya memimpikan sebuah kesuksesan. Baik itu sukses dalam merintis usaha, maupun sukses dalam menjalani kehidupannya. Namun sayangnya, terkadang impian tersebut belum diimbangi dengan usaha dan kerja keras dari para pelakunya. Sehingga tidak heran bila sekarang ini ada sebagian orang yang berhasil meraih kesuksesannya, dan ada juga sebagian lainnya yang hanya bisa menjadi penonton bagi orang-orang yang telah mencapai puncak kejayaannya.
Tentunya Anda tidak hanya ingin menjadi seorang penonton bukan? Karena itu, pada pekan ini sengaja kami informasikan 5 hal penting yang harus dihindari pengusaha.
1. Menunda-nunda dan membuang peluang yang ada.
Seorang pengusaha sukses tidak pernah menunda langkah mereka dan memiliki keberanian kuat untuk segera terjun di dunia usaha. Istilah orang, berani action kapan saja dan dimana saja. Karena itu, sebagai seorang pemula jangan pernah takut dan cenderung pasif menunggu waktu yang tepat untuk merintis kesuksesan bisnis. Cobalah untuk mencuri start dan berani mengambil resiko, karena pada dasarnya ada pembelajaran besar yang bisa Anda petik dari resiko usaha yang Anda hadapi kedepannya.
2. Terlena dengan kesuksesan yang didapatkannya.
Kesuksesan memang menjadi impian besar bagi setiap pelaku usaha. Tidak heran bila sebagian besar pelaku usaha cepat merasa puas dengan kesuksesan yang mereka dapatkan. Kondisi ini mungkin sering kita alami ketika menjalankan sebuah usaha, kita sering terlena dengan kesuksesan yang telah didapatkan, sehingga motivasi kerja para pengusaha mulai menurun dan fokus utama mereka untuk mencapai target juga ikut terabaikan.
3. Takut mencoba dan cenderung pesimis.

kreatif dan inovatif 148x200 5 Hal Penting Yang Harus Dihindari Pengusaha
Kesuksesan para pengusaha bisa tercipta karena mereka berani mengambil resiko dan selalu optimis dengan peluang bisnis yang mereka ciptakan. Karena itu, pantang bagi Anda untuk menjadikan ketakutan sebagai sebuah penghalang kesuksesan, dan membuang sifat pesimis Anda untuk mengejar impian besar yang telah Anda cita-citakan sebelumnya. Yakinkan diri Anda, bahwasannya bila ada kemauan pasti bakal ada jalan menuju gerbang kesuksesan.
4. Cepat menyerah dalam menghadapi kegagalan.
Dalam merintis sebuah usaha, hadirnya resiko kegagalan menjadi salah satu bumbu penyedap yang tak bisa kita pisahkan. Bahkan saking kebalnya dengan resiko tersebut, banyak pelaku usaha yang menjadikan kegagalan sebagai kerikil kecil dari kesuksesan yang akan mereka capai. Karena itu, sebagai calon pengusaha sukses jangan cepat menyerah dan jadikan kegagalan sebagai salah satu pendorong semangat Anda untuk  meraih keberhasilan usaha.
5. Sungkan untuk bertanya dan bekerjasama.
Tidak semua orang mau bertanya dan bekerjasama dengan para pelaku usaha yang telah sukses menjalankan roda bisnisnya. Padahal, banyak pembelajaran positif yang bisa kita ambil dari pengalaman para pengusaha tersebut. Karenanya, jangan sia-siakan kesempatan Anda dan bangunlah networking seluas-luasnya untuk mencapai puncak kesuksesan.
Semoga informasi tips motivasi bisnis yang kami angkat pada pekan ini bisa memberikan manfaat bagi para pembaca dan menginspirasi para pemula untuk tetap semangat menghadapi ketatnya persaingan di dunia usaha. Maju terus UKM Indonesia dan salam sukses.
sumber :bisnisukm.com

Tips Sukses Merealisasikan Ide Bisnis


ide bisnis1 200x138 Tips Sukses Merealisasikan Ide BisnisBerhasil menemukan sebuah ide bisnis ternyata belum menjamin setiap pemula bisa sukses merealisasikannya menjadi sebuah usaha. Banyak diantara kita yang memiliki ide-ide kreatif, namun tidak didukung dengan perencanaan yang kompetitif. Sehingga tidak heran bila banyak masyarakat yang akhirnya gagal merintis sebuah usaha karena ide bisnis yang mereka miliki tidak segera direalisasi.
Tak bisa kita pungkiri bila merealisasikan ide bisnis menjadi sebuah peluang usaha, bukanlah perkara yang mudah bagi para pemula. Ada proses trial and error yang harus dilalui para pemula, sebelum akhirnya mereka menemukan formula yang pas untuk mewujudkan impian besarnya.
Karena itu, untuk membantu para pemula yang belum berani bergerak merealisasikan ide bisnisnya. Berikut adalah beberapa tips bisnis yang bisa Anda lakukan untuk mengubah ide cemerlang Anda menjadi peluang usaha yang menjanjikan keuntungan cukup besar.
Pertama, mereview ide bisnis yang ingin Anda jalankan. Sebelum memantapkan diri untuk merealisasikan ide kreatif yang Anda miliki, ada baiknya bila Anda melakukan riset pasar untuk mengetahui seberapa besar potensi bisnis yang akan Anda jalankan, seberapa ketat persaingan bisnis yang ada di pasaran, seberapa tinggi keuntungan yang bisa Anda dapatkan, dan seberapa besar resiko bisnis yang mungkin hadir di tengah jalannya usaha.daftar ide bisnis 200x195 Tips Sukses Merealisasikan Ide Bisnis
Kedua, mulai membuat daftar kegiatan untuk merealisasikan ide bisnis Anda. Setelah Anda yakin dengan ide bisnis yang akan dijalankan, kini giliran Anda untuk membuat list kegiatan yang harus Anda lakukan. Misalnya saja mempersiapkan bahan baku dan peralatan yang dibutuhkan, mencari lokasi usaha yang strategis, memperhitungkan modal usaha yang dibutuhkan, serta meningkatkan skill dan pengetahuan Anda untuk menjalankan roda usaha.
Ketiga, memperluas jaringan bisnis untuk membuka peluang pasar yang lebih besar. Selain modal dana, para pemula tentunya membutuhkan partner bisnis yang handal untuk memperlancar jalannya usaha. Karenanya, penting bagi Anda untuk mulai bersosialisasi dengan pelaku bisnis lainnya dan bertukar pendapat dengan orang-orang di sekitar Anda. Contohnya saja seperti bergabung dengan pengusaha lain di bidang yang sama, membuka peluang kerjasama bagi para reseller yang tertarik dengan produk Anda, aktid di forum bisnis untuk berbagi pengalaman dan menambah ilmu bisnis yang Anda butuhkan.
Nah, semoga ketiga tips sukses merealisasikan ide bisnis yang telah kita bahas bersama bisa memberikan manfaat bagi para pembaca dan memotivasi para pemula untuk segera terjun membangun kerajaan bisnis yang diimpikannya. Maju terus UKM Indonesia dan salam sukses.
sumber : bisnisukm.com